Cerita lantai satu

Real friends don’t get offended when you insult them. They smiled and call you something even more offensive

Terimakasih atas bully-an demi bully-an yang malah menguatkan. Untuk malam-malam penuh karokean sederhana teriak-teriak di kamar. Terimakasih untuk sesederhana diajak beli buah dan muter-muter biar ada kegiatan, atau maem soto di warung sedulur, muterin alun-alun, dititipin gorengan angkringan, dan terimakasih untuk tiap episode stok drama korea, video-video yutup, cemilan, keletikan, swatches-lipen dan lain-lain. 
Terimakasih ya lantai satu. Kebayang ya, bulan lalu saya tiap maen ke kamar itu matanya ngembeng mau nangis melulu. Sekarang udah kuat dongs. Bisa ketawa keras-keras lagi.. 😘😘
*ciyum satu-satu anak lantai 1. 

Tiga purnama lebih setitik lagi ya bareng-bareng. Semoga ujian negaranya lulus satu putaran semua.. dan segera dihalalkan semua selepas pendidikan. Aamiin !

Iya. Kerjaan kami emang cuman muter-muter antara donlot yutup sepuasnya di kamar, main games (kamar 1), ngerjain tugas (kamar nikem), malak drama korea dari estong (ini gue), jajan dan makan-makaaan. 

Advertisements

2 thoughts on “Cerita lantai satu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s