Alhamdulillah. 

Alhamdulillah baru semalam saya akhirnya memaksakan diri untuk tidur. Setelah errrrr hampir 4 hari gak tidur babar blas. Tidur sih, tapi cuman pura-pura doang alias cuman tidur ayam dan bangun tiap berapa menit sekali karena cemas luar biasa. Muka jangan ditanya, kusutnya kaya baju blom di setrika sebulan terus ketimpa baju-baju baru. Kantong mata? Bisa buat nadahin air hujan saking cekung dan gedenya. 

Siapa yang gak cemas kalo kondisi orangtua gak stabil di rumasakit, ditambah ada masalah pribadi yang bahkan saya belum sempet meluangkan waktu untuk mengeluarkan emosi saya karena hrs berbagi fokus dg kondisi ayah saya. Saya harus tetap terlihat strong dan baik-baik saja di depan mereka. Biar gak sedih. 

Rasanya itu? Nyesek luar biasa. Kemana-mana jalan dengan isi dada yang sesak, tapi juga too tired to cry. 

Mesakke ya nduk. 

Dan malam tadi puncaknya kelelahan fisik dan batin saya. Akhirnya jam 7 malam lebih saya memutuskan untuk tidur. Sampai jam 4 subuh. Terimakasih ya allah atas nikmat tidurnya. It was wash my pain, sedikit. Tapi alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. 

Allahu akbar. 
Semua atas izinnya, dan saya hanya perlu lebih banyak bersabar. 

Advertisements

2 thoughts on “Alhamdulillah. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s