Bahagia

Halo.

Kayaknya sekarang keinginan saya buat nulis jurnal harian menguap gitu aja. Padahal kayanya isi kepala penuh banget sampe sering banget mewek-mewek sendiri saking stresnya. Harusnya kan blog ini bisa memenuhi tujuan awalnya dibuat: tempat katarsis geratis. Tapi balik lagi, saya jadi males banget. Terbunuh rutinitas kayaknya. *ceileh bahasanya*

Gimana udah tiga bulan lebih tinggal di jogja rasanya? Bahagia sih. Meski frasa bahagia ala saya mungkin pasti jauh beda sama standar bahagianya orang-orang lain.

Kemarin tuh baru bahagia banget, bisa loncat pagar asrama jam 10 malem cuman buat nongkrong di angkringan dan nyeruput indomie rebus pake telor sama 3 orang kawan saya. Lalu ngobrol ngalor ngidul nyeritain kenangan di penempatan masing-masing dulu.

Dan kami sepakat bahwa kami rindu sekali sama penempatan yang serba terbatas.
Lalu kami pulang jam 11 malam, manjat pagar asrama lagi.

Tenang aja, itu jalan rahasia yang di kasih tau pak satpamnya kok.. Pakde Yadi yang kasihan sama 3 gadis jakarta yang kelaperan di malam hari plus 1 anggota tambahan cila-cilo (kawan kami dari cilacap) yang lagi pengen belajar nekat. Wkwk.

Iya, bahagia itu sesederhana itu.

Semoga selalu bahagia setiap hari.
Walau mungkin saat lagi sedih pun saya tetap bahagia, karena diizinkan merasakan sedih.

Ah random. Mungkin efek hujan melulu.

Advertisements

4 thoughts on “Bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s