..adalah rumah.

Seperti apa arti rumah di matamu?
Apakah hanya sekedar tempat yang paling terakhir diingat saat kamu sudah letih dengan segala hingar bingar pencarianmu?

Atau sesuatu yang selalu ada di hatimu dan tak akan tergantikan meski rumahmu mungkin tak semegah tempat persinggahanmu sekarang.

Sesuatu yang akan setia menunggumu pulang meski mungkin seisinya hanya menawarkan kesederhanaan.

Tak semenarik, tak seramai tempat bermainmu, atau mungkin tak banyak menawarkan gelak tawa dan derai-derai bahagia seperti tempatmu berkelana. Rumahmu tak selalu ramai, tapi ia selalu ada di sana. Menunggumu pulang dan rindu mendengarkan bisikan-bisikan ceritamu, dari yang bahagia sampai lirih tangismu.

Adalah rumah yang selalu menunggumu pulang dalam diam.
Yang tetap tegak meski mungkin jadi yang terakhir diingatan. Tetap menerimamu dalam segala bentuk perubahan lakumu.

Sedih
Senang
Peduli
Acuh
Marah
Bahagia
Takut
Ragu

Rumah menerimamu.
Tanpa syarat.

Ia akan tegak berdiri, tak akan kemana-kemana kecuali dirobohkan, dihancurkan, atau kamu tinggalkan..

Rumah hanya akan bertahan.
Menunggumu pulang.

..dan aku, merasa seperti rumah.

-wates 31 mei 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s