kemarau

Baru abis dinasehatin della. Dan tembus banget ke hati. Again, masih dalam kondisi kemarau panjang tak berujung.. tapi gue masih nekat jajan sana-sini. Ya gimana, ortu gue selalu berpesan untuk ga ngawet-ngawet uang kalo soal makan. Makan yang layak, biar ga sakit. Makan yang layak, biar bahagia. *lalu jadi lemak semua* *pandang body*.

Gw:  ” dell, cukup gak ini sebulan segini..? ”

D: ” cukup neng… asal kamu nurut sama aku. Udah, sekarang kan udh urunan biaya makan bulanan. Udah cukup. Jangan jajan-jajan terus. Yang penting kamu kenyang di rumah. Ga usah dulu beli teh tarik, atau jajan-jajan kalo pagi.

Ok. Mari belajar prihatin.

Tapi aku kan laper. Hiks.

Tapi akunya bosen ge makan tempe lagi tempe lagi. Sayur sawi lagi sayur kacang lagi. Hiks.

Advertisements

2 thoughts on “kemarau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s