Dear dementor..

Tadinya hidup gue dan Della disini baik baik saja. Damai dan sentausa dengan curahan listrik dan air gratis 24 jam.

Sampai akhirnya semua berubah setelah Dementor datang merusak semuanya. Pipa saluran air di rumah kami di potong paksa oleh Dementor. Dan akhirnya akses air bersih 24 jam itu hilang sudah dari rumah kami. Sekarang kami berharap kebaikan air PDAM yg warnanya kuning dan agak berbau itu serta menadah air hujan untuk mandi dan masak. Semoga kulit kami ga busikan, atau gatal-gatal. Semoga…

Dear, our dearest Mr. Dementor.. Thanks a lot. Pakai tuh air profil sendirian sampe banjir. Kami (insyaallah) akan tetap hidup tanpa saluran air dari rumah anda. Semoga Bapak puas ya dan ga merasa terganggu sama kehadiran kami berdua yg kata bapak bikin air jd boros. Meski faktanya air itu juga bukan punya bapak pribadi, itu fasilitas sekolah. Jadi mau seberapapun air itu dipakai, gak akan membuat bapak mengeluarkan uang sepeserpun untuk air itu. Lagi pula bukannya sebagai sesama manusia, harusnya kita saling berbagi ya pak?. Apalagi bapak senior kami di sekolah, rekan kerja, dan sudah kami anggap orangtua kami sendiri (krn bapak seumuran dg Ayah kami di jawa). Tapi kenyataannya, bapak malah terus-terusan menyakiti kami berdua entah dengan alasan apapun. Dimulai dari peristiwa sabotase listrik, dan sekarang sabotase air.

Mohon maaf jika kami belum bs jd tetangga yg baik untuk bapa, jika kami menurut telinga super sensitif bapak selalu membuat keributan. Maafkan kami.. apalah kami ini hanya guru-guru kemarin sore jika dibandingkan dg bapak yg sudah amat senior.
Kami pun sudah memaafkan bapak yg suka cerita sana-sini tentang kami berdua dg isi cerita yg dilebih-lebihkan sehingga mmbuat citra kami terlihat buruk dimata org lain. Terimakasih Bapa..
Ini jadi pelajaran amat berharga bagi kami yg msh bau kencur ini, untuk TIDAK AKAN SEKALI-KALI BERBUAT SEPERTI ITU KPD ORG LAIN..

Kami gak akan membalas apapun ke bapak kecuali mendoakan. Semoga bapak berubah, semoga bapak bs menemukan kembali nurani bapa sbg seorang individu, makhluk sosial, org tua dan sebagai seorang guru.
Biarlah bapak berbuat semau bapak, Tuhan tau segalanya sih pak tanpa harus kami jelaskan lagi. Kami capek, capek sekali menghadapi tingkahlaku bapak.

HUAHAHAHAHAHAHAA

*ketawa miris, sedih dan luar biasa kezel gak nyangka kenapa ada org sejahat dan setega itu*

Advertisements

2 thoughts on “Dear dementor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s