Seribu alasan

Kalau ada sebagian org yang bilang ada begitu banyak alasan buat mengeluh, maka gue bertekad untuk mencari atau bahkan menciptakan sejuta alasan untuk bersyukur. Dulu saat tinggal di jakarta, jujur gue banyak banget ngeluh (meski ga ngeluh ke orang sih.hehe. ). Ngeluh soal macet, orang lelet, polusi udara, biaya hidup tinggi, rebutan kendaraan, telat balik karena ga kebagian angkutan and so on. Kemudian gue pindah ke rumah, ternyata keluhan gue masih ada juga. Gue mengeluh sepi dan bosennya tinggal di rumah dan nganggur. Pengennya balik lagi aja ke jakarta. Kuliah lagi kah atau kerjakah. Apapun. Gue kangen keramaian. Lalu sekarang gue tinggal jauuuuuh dari jakarta dan dari rumah. Fasilitas serba terbatas dan harus pintar-pintar menjaga diri serta mengatur keuangan sendiri. Tadinya gue mau ngeluh juga. Tapi kok dipikir-pikir capek ya. Haha. Ada banyak orang yang rebutan tes dan pengen ada di posisi gue sekarang. So I decided to be grateful. Everyday.

Belajar bersyukur dari bangun tidur sampai menutup mata tidur lagi. Gue sekarang dan beberapa bulan ke depan mungkin rindu ke jakarta, rindu keramaian, rindu rumah, rindu keluarga, bosan disini, pengen cepet-cepet bulan agustus.

But, wait.. saat gue ke sekolah terus ngeliat satu persatu wajah murid gue. Wajah yang polos, wajah susah diatur but cute at the same time, wajah-wajah penuh rasa ingin tahu, wajah- wajah calon pemimpin bangsa 10 sampai 20 tahun mendatang… rasanya segala keegoisan gue tentang keluhan di sini hilang semua. Gue bersyukur di kirim Tuhan ke sini, gue bersyukur bisa mengajar anak-anak super disini, gue bersyukur bisa dicium tangannya setiap pulang sekolah. Gue bersyukur diucapkan selamat pagi oleh murid-murid gue setiap hari. Bersyukur bisa diberi kesempatan meski hanya setahun, untuk mendidik mereka.. I know, i’m not a perfect teacher. But still, i wanna do my best.

Guru, katanya profesi pembangun peradaban. Dan gue disini, di sudut indonesia sedang bahu membahu membangunnya.

Bagaimana bisa gue masih ngeluh dan gak bersyukur?

:))

Advertisements

One thought on “Seribu alasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s