sendiri atau rame-rame?

Orang yang suka ngaku pecinta drama korea ini sekarang lagi ngikutin drama Let’s Eat. Drama tahun 2013 yang baru bisa ditonton karena hasil “pacaran” sama laptopnya adit (ngerampok pake HD maksudnya) ahahah. Drama ini diperankan oleh member Beast Doo Jon dan Noona Lee Soo Kyung. Genre dramanya sendiri sih komedi gitu. Ceritanya tentang keseharian banget dan bersinggungan dengan makanan terus (ini bagian yang paling gue suka.. ahahh). Kapan-kapan bakal gue review ah itu drama. Di postingan kali ini gue cuma mau share salah satu quote di drama ini yang mungkin biasa aja bagi orang lain, tapi buat gue yang suka ala-ala demen quote gini, rasanya cukup nampol di hati.
*aissh bahasanya geuleuh*

Lee See kyung :
“Hidup tuh kadang-kadang kayak makan malam sendirian”

Fyi, si Ms. Lee ini dia benci banget kalo makan sendirian. Rasanya kalo dia makan sendirian di restoran itu berasa semua menatap dia dan menganggap dia kesepian banget hidupnya. Makanya dia lebih baik kelaperan atau bungkus makanan yang dia beli terus makan di rumah daripada harus makan sendirian di luar.

Eh, terus cuy kecenya quote itu apaan? Hmmm.. gue rasa, itu kayak persepsi hidup. Kalo kita mempersepsi hidup kita ga asik, sepi, sendiri, ya bakal itu lah yang kita rasain. Padahal mungkin orang-orang juga gak segitu pedulinya sama kita yang lagi makan sendiri, jalan sendiri atau ngapain sendiri. Sendiri bukan aib, bagi sebagian orang itu adalah pilihan keren. Kenapa? Karena ada banyak hal yang bisa bebas lo lakuin dan rasain justru saat lo sendirian. Saat sendiri, kita jadi lebih banyak berkomunikasi sama “diri kita” sendiri. Menanyakan apa keinginan-keinginannya, apa yang lagi dia rasain, atau apa yang dia butuhkan. Kadang karena kita terus berada dalam kelompok, terus sama orang banyak dalam waktu lama, kita jadi lupa rasanya sendirian dan lupa apa rasanya ngelakuin hal-hal yang beneran pengen kita lakuin..bukan karena ikut-ikutan aja.

Gak bisa dipungkiri, kita memang makhluk sosial, ga bisa hidup sendiri. Tapi kadangkala kalau perilaku kita sudah terlalu banyak membebek ke orang lain, ngelakuin sesuatu karena biar diakui lingkungan, menggadaikan kenyamanan demi konformitas sosial, rasanya sayang banget juga ya. Terus gimana atuh?

Ya seimbanglah dalam hidup. Saat sedang sendiri, nikmati itu. Saat sedang bersama orang lain, tetap sadar posisi tapi juga jangan lupa untuk tetap jadi diri sendiri. Cara kita menjalani hidup memang selalu menghasilkan konsekuensi kan?. Persis kayak kalo kita makan.

Kalo makan sendirian, kita punya keleluasaan buat milih sendiri menu paling enak yang kita pengen, kita bisa makan sesuka kita. Mau pelan-pelan, mau cepet, mau nyeplak, mau banyak, selama ada duitnya ya sabodo teuing. Nah kalo makan sama orang lain, kita harus takes time dulu buat milih menu, harus berbagi makanan, harus nunggu makanannya, harus rela berbagi bill dan lain-lain.

Yah… namanya juga hidup. Gak selamanya asik,  tapi juga ga selamanya ga asik terus.
Tergantung yang mempersepsi… πŸ™‚

Advertisements

6 thoughts on “sendiri atau rame-rame?

  1. Ahhh setuju bgt. Berada di tengah kesendirian memberi kita kesempatan untuk berfikir, menyenangkan diri sendiri. Sesederhana dining out tanpa perlu kompromi: mo makan disana atau disitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s