Tak hanya tentang uang

Udah bukan rahasia lagi kalo menyangkut soal kesejahteraan profesi guru, dosen, atau pendidik lainnya apalagi yang blm PNS di Indo masih belum terperhatikan betul. Ga ngomong soal yang ngajar di sekolah swasta besar atau bahkan internasional ya, guru honorer kelas sekolah negeri biasa dan bahkan diluar jakarta biasanya gajinya cukup memperihatinkan atau bahkan pedih. Hahaha.

Temen gue pun ada yang udah hampir satu tahun honorer, perbulan cuma dapat 500ribu ditambah tunjangan atau uang ini itu paling cuma dapet paling gede 1.5 jt an perbulan dan itu pun jarang bgt. Untungnya dese masih single dan tinggal sama orangtua, jadi ga begitu masalah. Bandingkan sama gaji karyawan atau buruh di perusahaan yang hobinya demo melulu perbulannya bisa dapet 3-4 juta.

Tapi ya kadangkala hidup memang ga tentang uang aja sih. Ada itung-itungan lebih tinggi dibanding uang. Terus mungkin orang bakal nyibir kita-kita yang milih jalan ini, dengan kata-kata sok idealis atau apapun. Tapi menurut gue yang lulusan jurusan pendidikan, titel sarjana pendidikan dibelakang nama itu harus banget dipertanggungjawabkan secara moral. Salah satunya dengan mengabdikan diri ke negara atau apalah yang penting pernah dipake ngajar tuh gelar dibelakang nama. Soal masalah bayaran atau apa, selama ikhlas dilakuin ya insyaallah gue percaya rezeki tambahan bakal ngalir dari mana saja. Kan yakin aja, selama manusia mau menjemput rizkinya, selama itu pula Tuhan ga akan lupa ngasih rizki itu. Kalaupun rizkinya belum berupa pundi-pundi rupiah yang ngalir deres kayak profesi lain, ya pasti Tuhan ngasih dalam bentuk lain.

Buat gue dan teman-teman yang baru aja lulus dari kampus dan mulai masuk ke dunia pendidikan, challenge nya gede banget. Kita yang bahkan nikah dan punya anak pun belum harus mendidik anak orang lain. Kalau kita mikirin soal bayaran aja, apakah tetep mau hampir tiap hari diribetin sama masalah-masalah anak orang yang ga habis-habis. Apalagi gue dan teman-teman guru bimbingan konseling. Kita yang selalu dapat limpahan anak-anak yang dijudge bermasalah sama wali kelas.. Padahal setelah diberi pendekatan, ditanya baik-baik, dibantu menyelesaikan masalahnya, mereka sungguhlah anak2 yang manis dan ga seburuk judgement orang lain.

Kalo permasalahin soal bayaran aja, bisa aja kita ga usah bersungguh-sungguh ngurusin anak-anak murid. Ga usah mbantu mereka nyelesain masalahnya, ga usah ngebimbing mereka menghadapi masa remajanya, ga usah sabar-sabar dengerin curhatan atau rengekan mereka yang ga jarang kurang diperhatiin di rumah. Kalau hanya itung-itungan soal bayaran.. ya males amat ngurus semua itu. Diri sendiri aja galau mulu hahaha.

Makanya pas kemarin ada seseorang simpatisan salah satu capres yang ngata-ngatain Bapak ganteng Anies Baswedan soal program Indonesia mengajarnya yang katanya biasa aja, lebay, cuma menginspirasi doang, manfaatnya sedikit. Beuh, rasanya pengen gue bejek-bejek. Ketika ada ribuan pemuda-pemudi indonesia yang bisa memilih jalan mudah untuk hidupnya, tapi mereka memilih jalan mulia untuk mengabdi ke negaranya. Memberi kesempatan kepada adik-adiknya di daerah terpencil untuk bisa mengenyam pendidikan yang baik juga. Berani melepaskan kemapanan dan kemudahan hidup di kota (fyi, banyak pengajar muda yang udah punya kerjaan mapan, lulusan terbaik di kampus bagus dll) .. terus kayak gitu dibilang lebay?

Gue jadi penasaran, orang yang komen-komen jelek kemarin itu dia udah memberikan kontribusi apa buat negeri ini.. ? Bisa apa sih dia sekarang kalo dulu ga pernah di ajarin sama Guru?. Hahaha *esmosi lama-lama*. Well, ya maksud gue.. tolonglah hargain semua profesi. Gue yakin, semua profesi baik di muka bumi ini *drama queen analoginya semuka bumi haha* punya kontribusi baik untuk hidup manusia.

Berpikiran positiflah jika setiap orang berusaha total dalam pekerjaannya, dan ga melulu mikirin soal uang dan timbal balik. Karena di dunia ini ya ga semuanya tentang uang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s