Buah dari suka berlebihan

Siang ini gue tepar dan akhirnya ambruk ditempat tidur. Bukan tepar karena sakit, tapi tepar kekenyangan dan akhirnya mual-mual dan pusing ga jelas. Berawal dari ada lauk semur ayam yang dikasih tetangga setelah gue kirimi bolu tadi pagi. Itu ayam sumpah wangi banget dan menggoda iman. Kecium wangi kayu manis dan kuah kecapnya endeus. Dan gue pun kalap. Makan sampai nambah dua kali dengan porsi nasi diluar batas biasanya. Dan so pasti melanggar juklak FC lah ya (protein hewani haram dimakan sama golongan pati).  Pertamanya cuek dan menikmati aja, eh pas beberapa suapan terakhir perut mulai ndak enak. Akhirnya makan siang selesai. Nasi nggak abis, lauk ga abis. Maapkan aku ya semur ayam meninggalkanmu begitu saja dipiring.. hiks. Kalau nurutin napsu ya begini, suka kalap duluan tapi lupa ngukur kemampuan perut menampung makanan dan akhirnya mubadzir, ga bisa menikmati dan abisnya malah sakit perut sendiri *tutup muka malu*.

Jadi merenung sambil ngelus-ngelus poto yonghwa di layar hape. Jangan-jangan ga cuma soal makanan aja gue suka kalap dan ga ngukur kemampuan. Jangan-jangan selama ini juga banyak hal dalam hidup yang berlebihan padahal butuhnya ga segitu juga. Napsu pengen beli ini itu padahal sebenernya yah ga butuh-butuh amat. *menatap nanar barang-barang hasil beli dengan alasan lucu dan mumpung murah hiks*.

Gue jadi inget sang mantan dulu *ceilah*, dia adalah seorang lelaki yang sepanjang gue kenal sangat irit malah cenderung pelit sih di ukuran gue. Bisa loh dia bertahun-tahun cuma punya satu sepatu pantofel. Dengan alasan jarang dipake dan lebih seneng pake sendal kemana-mana jadi ngapain punya banyak-banyak. Sementara gue waktu itu setahun aja bisa beli flat shoes satu sampe tiga kali demi alasan biar sama dengan warna baju atau tas. Atau soal makanan, dia berprinsip makan dimana aja yang penting bersih dan ga terlalu mahal. Sedangkan gue tipe yang ga sayang-sayang soal makanan dan seneng mencoba hal baru. Enak sih dulu sama dia, segalanya irit tapi kadang kesel juga kalo kelewat irit kekeke. *lah iki jadi mengenang masa lalu hahha*. *lalu diselepet istrinya pake sepatu*

Jadi kalo kata hestek yang lagi heits di twitter mah, hayuk #kendalikanhidup !

Advertisements

One thought on “Buah dari suka berlebihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s